Sejarah Singkat Masjid Laksamana Cheng Ho Pandaan

Masjid Laksamana Cheng Ho Pandaan adalah masjid Laksamana Cheng Ho yang kedua yang dibangun di Jawa Timur setelah Masjid Laksamana Cheng Ho di Surabaya. Yang membuat berbeda dari Masjid Laksamana Cheng Ho Pandaan adalah pembuatan masjid ini yang dibiayai oleh Pemerintah Pasuruan. Sementara itu, Masjid yang Surabaya didirikan atas inisiatif para tetua, konselor, administrator PITI.

Lokasi Masjid Laksamana Cheng Ho Pandaan terletak di jalan Provinsi, jalan utama Surabaya – Malang atau sebaliknya. Masjid Laksamana Cheng Ho Pandaan ada di depan bus terminal Pandaan, hanya berjalan sekitar 200 meter untuk menuju ke masjid jika dari terminal. Sangat dekat jika mau menunaikan ibadah sholat jika waktu jam masjid digital telah di jam adzan. Lokasi yang strategis masjid dikembangkan oleh pemerintah daerah untuk membangun rest area, parkir luas untuk puluhan bus.

Di rest area juga memiliki toko hadiah dan makanan ringan sebagai souvenir untuk pengunjung. Cheng Ho Masjid Pandaan berikut tidak hanya dirancang sebagai tempat ibadah, namun masjid menjadi kendaraan wisata yang bisa mendatangkan banyak pengunjung karena arsitektur yang unik dari bangunan. suasana khas Pasuruan Tretes dapat dinikmati di lantai 2 Pandaan Masjid Cheng Ho. Pengunjung juga bisa melihat pemandangan gunung yang indah dan puncak menawan Arjuno Tretes Prigen masjid di jendela lantai 2.

Pengembangan Masjid Laksamana Cheng Ho Pandaan diprakarsai oleh Bupati Pasuruan bernama Jusbakir Aldjufri dengan tujuan sebagai titik acuan (penanda) untuk pengguna jalan melalui wilayah tersebut. lahan kosong milik Departemen Pertanian Pasuruan akhirnya menjadi rumah bagi Masjid Cheng Ho Pandaan. Masjid ini dibangun pada tahun 2003 oleh Pemerintah Pasuruan dengan Rp. 3,2 miliar. Masjid ini digunakan untuk pertama kalinya September 23, 2006, bulan Ramadhan 1427 H untuk shalat tarawih. Baru 27 Juni 2008 oleh Bupati Pasuruan, Jusbakir Aldjufri.

Dipilih bentuk arsitektur gaya Cina dimaksudkan untuk menunjukkan universalitas Islam yang tidak terisolasi oleh berbagai negara, budaya dan hambatan lainnya. Jadi Masjid Ho Pandaan Cheng ini terbuka untuk umum karena Pasuruan pemerintah.

Arsitektur masjid bergaya china ini sangat cocok sebagai patokan untuk menjadi pusat perhatian banyak orang melalui depan jalan dari masjid. Bangunan masjid mirip dengan candi ini arsitektur arsitektur dan seni yang unik yang menggabungkan tiga unsur, yaitu Islam, Jawa dan Cina. Ciri khas arsitektur Cina dapat dilihat pada jumlah mata hijau, kuning dan merah di bagian luar masjid. Sebagai menara berlapis dengan cat hijau muda pada ubin dan warna merah pada setiap tepi atap, serta emas up sehingga terlihat mencolok dan menarik. Selain itu, dinding dan tiang berbagai ornamen seperti lampion yang menjadi ciri khas merah Cina, hijau dan kuning.

Pintu utama masjid sangat kental dengan arsitektur Cina, menandai bangunan masjid adalah kaligrafi Allah. Dari pintu masuk utama masjid tampaknya paduan unsur Cina dan Islam. merah dan kuning emas karena warnanya selalu warna dominan khas dari masyarakat Cina.
Masjid Sejarah Pendaftaran Cheng Ho

Prasasti sejarah Masjid Laksamana Cheng Ho Pandaan ditulis menggunakan tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris dan Cina. Prasasti di dinding pintu masuk masjid menceritakan seorang laksamana Cina Muslim bernama Muhammad Cheng Ho.

Arsitektur Masjid Laksamana Cheng Ho Pandaan rinci terlihat di jendela dan pintu. Kombinasi elemen Islam kaligrafi Arab di jendela dengan unsur Cina membuat arsitektur yang paling unik. pintu merah khas dengan lubang dipotong di pintu seperti candi internal Cina.

Interior Masjid Cheng Ho Pandaan paling menarik adalah mimbar di mana khotbah yang mulia. Mimbar bahan marmer dengan desain seperti tahta kerajaan menambah arsitektur yang unik dari masjid ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *